Piano Recital Vitaly Pisarenko

Sedikit cerita tentang Pisarenko, ia mulai bermain di hadapan penonton pada umur 6 tahun. Ia pertama kali belajar musik di sebuah sekolah musik di Kiev dan Kharkov. Tahun 2005 ia melanjutkan ke Moscow State Conservatory untuk belajar di bawah bimbingan Yuri Slesarev. Ia mengikuti program Post Graduate di Codart, the Rotterdam Conservatory di bawah bimbingan Aguiles Delle Vigne. Ia pernah mendapat 3rd Prize, Audience Prize dan Special Prize of Fazil Say at the 5th Liszt Competition Weimar tahun 2006 sebelum akhirnya pada tahun 2008 ini ia mendapat 1st Prize pada International Franz Liszt Piano Competition.
Saya sangat senang menonton konser ini, selain karena saya bisa bertemu dengan teman-teman lama dan guru saya saat saya masih les di YPM dulu, saya juga sangat menikmati permainan Pisarenko. Yang paling mencolok untuk saya adalah power dan interpretasinya. Ia bisa bermain berat tapi juga bisa seringan kapas. Saat memainkan dinamik ppp dia seakan memainkan pppp tapi bukan dalam arti negatif justru ini membuat lagu yang dimainkan semakin indah.
Konser dibuka dengan sambutan wakil Erasmus Huis dan director International Franz Liszt Competition. Dalam sambutannya dikatakan ada perubahan susunan program dikarenakan cedera jari tangan Pisarenko. Begitu Pisarenko memasuki panggung terlihat jempol tangan kirinya dibalut plester putih. Sebenernya saya khawatir konsernya akan jelek karena cedera tersebut, namun hingga selesai semua lagunya dimainkan dengan sempurna.
Ia membuka dengan Valse Impromptu yang dimainkan dengan ringan. Dulu guru piano saya selalu bilang piano adalah partner kita di atas panggung dan boleh dibilang saya melihat realisasi dari kalimat itu pada konser Pisarenko kemarin. Kadang-kadang saat bermain bagian yang dinamiknya pp ato ppp saya suka takut pianonya tidak berbunyi, hasilnya saya mengeluarkan tenaga agak kebesaran dan dinamiknya jadi ngaco. Tapi Pisarenko bermain seolah dia percaya dalam keadaan apa pun pianonya akan mengeluarkan suara yang pas. Kalau ditonton kelihatannya lagunya jadi tidak susah.
Dari set list yang dimainkan lagu yang paling sering saya dengar adalah Hungarian Rhapsody no.2. Saya cukup menantikan lagu ini. Pisarenko memainkan lagu ini dengan bersih (pedalnya tidak kotor) seperti tidak pakai pedal. Dan dia bermain tidak megah seperti yang biasa dimainkan orang-orang lain. Menurut saya interpretasinya sangat pas, powernya pun terasa pas tidak terlalu pamer.
Yang agak mengganggu di konser ini adalah membludaknya penonton. Saking banyaknya sampai ada yang duduk di tangga panggung. Keberadaan anak-anak kecil berisik juga cukup mengganggu dalam konser kali itu. Boleh dibilang ini adalah resital piano paling crowded dan paling tidak beraturan yang pernah saya tonton. Tapi di samping itu semua permainan Pisarenko cukup untuk mengobati semua hal yang mengganjal malam itu.
Program :
- Valse Impromptu - Franz Liszt
- Polonaise No. 2 - Franz Liszt
- Sonetto 104 del Petrarca - Franz Liszt
- Valse de l’opera Faust de Charles Gounod - Franz Liszt
- Vallee d’Obermann - Franz Liszt
- Standchen - Schubert/Liszt
- Hungarian Rhapsody No. 2 - Franz Liszt