P.S. I Love You

Karena gagal menonton bersama Mita di hari Senin, akhirnya Selasa pagi jam 10 saya menonton P.S. I Love You sendirian. Mita bilang film ini sedih, jadi saya menyiapkan bantal besar, untuk menghapus air mata saya yang mungkin sedikit menetes.
Film ini (menurut saya dan Mita) film cewek banget. Ceritanya tentang Holy yang ditinggal mati suaminya karena sakit. Sebelum meninggal suaminya meninggalkan beberapa surat agar Holy bisa bangkit dari kesedihannya. Film ini manis, simple, dan menguras air mata. Pada bagian akhir film saya sempat mengira akhirnya akan tipikal film-film Holywood yang happily ever after, ciuman sama cowo, dapat pacar baru dan lain-lain, tapi ternyata tidak, dan itu bahkan membuat film ini lebih berkesan dan lebih menguras air mata.
Untuk para wanita saya sarankan nonton film ini. Untuk para pria ya coba aja ditonton tapi saya khawatir kalian akan jatuh tertidur karena bosan. Saya menghabiskan sekitar seperempat rol tissue, prediksi saya menghapus air mata dengan bantal agak meleset, karena air mata saya mengalir seperti kran bocor.