anikamiranti

a beginner music listener
Apr 30
Permalink

Video Night Dan PLN

Dari hari Jumat lalu saya sudah merencanakan untuk nonton dvd di rumah bersama teman baik saya, Mita. Dia akan pulang ke Jakarta pada hari Minggu, jadi kami akan menonton dvd di rumah pada hari Senin. Saya menjemputnya di BCA Fatmawati jam 10 pagi hari Senin. Kami berniat ke Carrefour Lebak Bulur beli makanan kecil, Milo, Jelly dan tepung untuk membuat brownies bersama di rumah saya.

Sampai di rumah kami langsung sibuk membuat jelly dan brownies. Mita sibuk membuat jelly dan saya menyiapkan bahan-bahan untuk membuat brownies. Dan seperti perempuan pada umumnya, kami masak sambil mengobrol dan bergosip. Acara memasak ini diwarnai dengan kecerobohan seperti saya menyuruh Mita memasukan gula halus ke campuran tepung padahal seharusnya gula halus itu dikocok dengan telur sehingga kami musti menyendoknya perlahan supaya untuk menyelamatkan sebanyak-banyaknya gula halus atau saat saya terlalu heboh memasukan bongkahan mentega ke dalam bubuk coklat menyebabkan coklat itu berlompatan dan masuk ke baskom tepung. Mita nampaknya terhibur dengan segala kecerobohan yang saya buat. Tapi akhirnya brownies tersebut jadi dengan sukses. Begitu juga dengan jellynya yang sudah dimasukkan ke lemari es.

Akhirnya semua siap untuk acara menonton dvd yang menyenangkan. Hanya satu lagi yang musti dilakukan oleh Mita, dia musti mengirim pekerjaan ke seseorang di Bandung. Kami naik ke lantai atas untuk memakai internet, sambil mengobrol ia mulai mengattach pekerjaannya. Dan dalam hitungan detik semuanya mati. Bukan kiamat, tapi hampir.

Listrik rumah saya padam sepadam-padamnya. Reaksi Mita adalah tertawa, reaksi saya adalah lolongan kekecewaan. Saya langsung buru-buru mau menelpon PLN, tapi telepon di rumah saya semuanya fax, jadi saya mencari telepon yang bisa digunakan dulu. Akhirnya saya mendapat sebuah telepon yang hanya berupa receiver. Jadi saya mendial nomor menggunakan handphone. Saya sudah tersambung dengan PLN (dijawab mesin tentu saja), saya menekan angka 2 untuk keluhan pelanggan dan menurut mesin tersebut saya sedang dalam antrian ke-2 untuk berbicara dengan operator. Sambil menunggu saya mengobrol dengan Mita. Nampaknya gerak tubuh saya agak terlalu heboh karena tiba-tiba kabel teleponnya copot. Mita tertawa lagi sedangkan saya dongkol setengah mati. Setelah itu saya tidak berhasil tersambung dengan PLN lagi. Jam menunjukkan angka 2.45.

Akhirnya jam 3.30an saya terhubung dengan PLN dan mereka mengatakan KAMI HARUS MENGADAKAN PEMADAMAN DI DAERAH BINTARO DAN SEKITARNYA. Saat saya tanya kenapa tidak ada pemberitahuan, operator menjawab TIDAK ADA PEMBERITAHUAN KARENA PEMADAMAN KALI INI BERSIFAT URGENT. Jadi saya memutuskan kita keluar rumah saja, akhirnya sisa hari itu dihabiskan dengan obrolan dan gosip dan curhat tentunya di Warung Pasta Kemang.