anikamiranti

a beginner music listener
Apr 27
Permalink

Movie Marathon

Karena tidak jadi nonton Radio Dept. di Bandung akhirnya saya membeli 3 dvd untuk menghibur diri dan mengisi waktu luang, sekaligus melunaskan hutang-hutang nonton yang sudah lama saya tunda. Awalnya saya berencan menonton sekaligus pada hari Sabtu pagi, tapi karena beberapa hal akhirnya saya cuma nonton 2 film.

Into The Wild 

Photobucket

Film pertama yang saya tonton adalah Into The Wild garapan Sean Penn. Saya rasa banyak yang sudah menonton film ini, bahkan mungkin sudah merekomendasikan kepada orang lain atau menulis reviewnya.

Untuk yang belum menonton, film ini menceritakan perjalanan Chritopher Johnson McCandless yang bertekad tinggal dekat dengan alam dan jauh dari kehidupan perkotaan yang materialistis. Film ini alurnya maju mundur, menceritakan latar belakang si pemeran utama dan perjalanannya.

Saya menangis sedikit pada akhir film ini. Kemudian naik ke atas dan search di Google tentang Christopher Johnson McCandless. Yang saya temukan tidak jauh beda dengan filmnya. Tapi saya jadi tertarik membeli dan membaca bukunya. Saya penasaran dengan apa yang ada di benaknya. Saya tidak tahu apakah Chris McCandless memang orang yang berkeinginan kuat atau dia adalah korban dari unhappy family yang tidak bisa beradaptasi dengan baik dengan keadaan dan kemudian jadi mentally ill.

Film ini bagus, membuka pikiran kita, dan saya sarankan semua orang menontonnya.

August Rush

Photobucket

Film berikutnya yang saya tonton adalah August Rush. Nampaknya saya salah menyusun set list film. Karena menonton film ini setelah Into The Wild rasanya seperti anti-klimaks. Tapi yasudalah film ini tetap merupakan suguhan yang menarik kok untuk anda yang menyukai musik.

Film ini tentang anak laki-laki yang tinggal di panti asuhan, yakin dia masih memiliki ayah dan ibu yang akan dia temui lewat musik. Film banget memang, tapi cukup menghibur.

Mungkin karena saya menontonnya setelah Into The Wild saya merasa cerita film ini biasa-biasa saja. Tapi yang menarik adalah musiknya. Saya suka mendengar saat Lyla yang seorang Celoist mengadakan konser bersamaan dengan Louis yang seorang pemain gitar dan vokalis mengadakan pertunjukkan. Lagunya diputar sedemikian rupa sehingga terasa satu lagu.

Saya juga sangat menyukai suasana saat Louis bermain gitar, Evan bermain gitar, Lyla bermain cello, choir gereja sedang latihan, dan moment-moment musikal lainnya. Yang paling saya suka adalah saat Evan belajar di Juiliard. Itu seperti mengembalikan impian saya saat masih les piano setahun yang lalu. Sampai saat ini cita-cita itu masih ada hanya tidak se’panas’ tahun lalu.

Kedua film ini memiliki daya tarik yang berbeda. Saya menyukai Into The Wild karena merupakan kisah nyata. saya suka true story yang penuh dengan teori-teori psikologis. August Rush menarik karena musiknya yang menghidupkan film ini. Satu film yang tidak jadi saya tonton adalah PS I Love You. Saya tidak jadi menontonnya karena seorang teman dekat saya, Mita, mengajak nonton bersama di rumah saya hari Senin besok. Saya harap film ini sama bagusnya dengan kedua film yang saya tonton hari Sabtu.