anikamiranti

a beginner music listener
May 31
Permalink

Jamie Lidell - Jim

Jamie Lidell - Jim

Singer : Jamie Lidell

Album : Jim

http://www.jamielidell.com/

Penggemar Otis Redding? Atau penggemar musik-musik Motown? Jika jawaban 2 pertanyaan ini adalah ‘ya’ saya rasa album ini akan sangat menarik untuk didengar. Album ini bukan album baru, bahkan sebenarnya Lidell sudah mengeluarkan album baru tahun ini, tapi album ini benar-benar terlalu bagus untuk dilewatkan jadi saya rasa saya akan mencoba mengajak anda untuk mendengarkannya.

Jamie Lidell adalah artis berkebangsaan Inggris, berkulit putih tapi membawakan lagu-lagu bergenre soul yang mendekati gaya penyanyi kulit hitam. Saya tidak membedakan warna kulit di sini, tapi kalau anda mendengar Lidell bernyanyi di radio khususnya album ini mungkin anda tidak akan percaya dia adalah pria kulit putih tulen.

Jim adalah album kedua Lidell, mengikuti album pertamanya Lidell membawakan lagu-lagu funk-soul, namun sedikit lebih berenergi dan lebih catchy. Yang paling saya suka dari album ini adalah setiap instrumen porsinya terasa tepat, megah tapi tidak mengalahkan vokal, sebaliknya justru mendukung vokal sampai titik yang paling maksimal. Dengarkan ‘Hurricane’ dan anda pasti mengerti apa yang saya maksud.

Dengarkan ‘Where D’You Go?’, ‘Little Bit of Feel Good’, dan ‘Figured Me Out’ jika anda suka berdansa, suara vokal, tepuk tangan, piano, bass, dan perkusi yang dikawinkan dengan sangat baik akan membuat anda tidak akan bisa berhenti bergoyang. Tapi Lidell tetap menyiapkan lagu untuk anda mengambil napas seperti ‘All I Wanna Do’ yang dibangun dengan baik oleh vokal, gitar, dan hammond, dan ‘Rope of Sand’ yang bila anda tutup mata akan merasa seperti ada di padang pasir pada malam hari.

Tracklist:

  1. Another Day *Recommended
  2. Wait For Me
  3. Out of My System
  4. All I Wanna Do *Recommended
  5. Little Bit of Feel Good *Recommended
  6. Figured Me Out
  7. Hurricane *Recommended
  8. Green Light
  9. Where D’You Go? *Recommended
  10. Rope of Sand

    Permalink

    Riau Jazzin’ Blast 2010

    Sebelumnya saya minta maaf karena absen menulis selama setahun ini. Banyak yang terjadi, banyak kegiatan baru, dan banyak teman baru membuat saya lupa dengan blogging. Saya akan mencoba untuk lebih disiplin menulis ke depannya. Amiinnn.

    Sudah setahun saya tinggal di Pekanbaru dan Riau Jazzin’ Jazz 2010 merupakan acara musik pertama yang saya tonton di sini. Acara dimulai dari siang menampilkan 2 band lokal Pekanbaru, tapi saya tidak menonton penampilan mereka karena saya baru tiba sore hari saat Abdul and the Coffee Theory tampil diikuti dengan Ecoutez, kemudian Andien, yang dalam beberapa lagu tampil bersama Barry Likumahuwa, and last but definitely not least Maliq and D’Essentials. Festival ini mungkin bukan konser musik yang paling bagus yang pernah saya tonton, tapi tetap merupakan angin segar bagi saya yang sudah entah berapa lama tidak menonton pertunjukkan musik.

     

    Abdul and The Coffee Theory 

    Suara Abdul menyambut kedatangan saya sore itu, sejujurnya saya tidak kenal Abdul and The Coffee Theory, tapi setelah saya baca-baca beberapa artikel band ini ternyata tampil di Java Jazz 2009. Penampilan Abdul cukup menghibur dan lagu-lagu yang disajikan juga cukup menarik. Mereka membawakan beberapa lagu Michael Jackson yang diaransemen ulang dan terbukti berhasil menyita perhatian penonton.

     

    Ecoutéz!

    Secara technical penampilan Ecoutéz bagi saya merupakan penampilan terbaik malam itu. Semua sound terdengar seimbang dan power vokal Delia juga mampu bersaing dengan instrumen yang lain. Bagi penonton yang hidup di tahun 90an pasti sangat menikmati performance Ecoutéz karena mereka mengcover lagu ‘Dan Senyumlah’ Sinikini, khususnya lagu ini saya sangat menikmatinya. Selain itu Ecoutéz juga membawakanlagu-lagu hits mereka seperti ‘Simpan Saja’, ‘Tunjuk Satu Bintang’, dan ‘Are You Really The One’. 

    Dari 4 band yang saya dengar, Ecoutéz merupakan band dengan sound terbaik, cheers untuk sang soundman.

     

    Andien feat. Barry Likumahuwa

    Seksi mungkin adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan Andien malam itu. Hal pertama yang pertama menangkap indera saya bukan suaranya, walaupun suaranya tetap merupakan aset terbesarnya, tapi penampilannya. Andien tampil casual namun tetap anggun dengan atasan backless, celana pendek high waist, dan sepatu wedges putih yang menawan.

    Lama sekali saya tidak mendengar Andien dan akhirnya saya kembali mendengar suaranya yang masih seperti jaman dulu tetap mengagumkan dan komunikasi panggungnya benar-benar rileks tanpa ketegangan, rasanya seperti mengobrol dengan teman sendiri. Andien membawakan ‘Tentang Aku’, ‘Sahabat Setia’, ‘Gemintang’, dan beberapa lagu lamanya yang rasanya seperti nostalgia.

    Beberapa lagu terakhir Andien mengundang Barry Likumahuwa ke atas panggung dan seperti yang saya rasa anda semua tah, Barry adalah pemain bass yang sangat handal. He spices the music up dan membuat panggung jadi lebih meriah walaupun tidak berkomunikasi dengan penonton.

     

    Maliq and D’Essentials

    Penampilan ini yang saya tunggu. Sejak saya masih duduk di bangku sekolah saya sering menonton penampilan mereka di sebuah hotel di Jakarta. Saat masuk ke major label saya sempet beranggapan mereka akan menurun kualitasnya tapi ternyata tidak, yang terjadi hanyalah menjadi semakin bagus.

    Saya akui secara technical Maliq bukan yang terbaik, suara gitar dan bassnya terlalu besar dan suara vokalnya terlalu kecil, kadang tempo terdengar agak balapan. Tapi Maliq berhasil menutupi itu semua dengan aksi panggung yang koreografi yang mengagumkan. Karena itu Maliq and D’Essentials tetap saya berikan posisi nomor satu untuk penampilan malam ini.

    Maliq membuka penampilannya dengan ‘Blow My Mind’ dan langsung digempur terus dengan lagu-lagunya yang up-beat. Beberapa lagu diaransemen ulang menjadi agak berbeda dari rekaman seperti lagu ‘Terdiam’ yang dikemas lebih berenergi, namun mereka memberikan waktu bernapas, dan beristirahat juga untuk mereka sendiri, dengan membawakan ‘Untitled’, dan ‘Pilihanku’ menutup penampilan mereka malam itu.

     

    Festival malam itu cukup menghibur, namun saya perhatikan nampaknya peminat musik jazz di Pekanbaru masih minim karena pengunjung tidak bisa dikatakan banyak. Acara Riau Jazzin’ Blast 2010 ini diadakan di GOR Remaja yang merupakan lapangan basket tertutup, jumlah penonton malam itu mungkin hanya sekitar satu lapangan, cukup sedikit memang tapi saya rasa itu sudah lumayan untuk sebuah permulaan. Semoga semakin banyak acara seperti ini di kota Pekanbaru.

    May 28
    Permalink
    May 17
    Permalink
    Apr 06
    Permalink
    A telephone is so strange. It can connect you to anyone at anytime, but why does it make you feel lonelier? What a strange device it is.
    — Sasaya Yuu - Ashita no Ousama
    Apr 04
    Permalink

    i want iphone
    somebody?

    Mar 25
    Permalink

    Death Cab For Cutie Updates

    taken from Death Cab For Cutie’s notes on Facebook

    The Open Door EP: “A Diamond And A Tether”
    Wednesday, March 25 2009, at 12:07pm

    “A Diamond And A Tether,” the second track from ‘The Open Door EP,’ is available to stream on Stereogum. A new track will be debuted each day. The EP is scheduled to be released March 31st through digital retailers, and on April 14th in stores. Click here to pre-order the digital version, and click here to pre-order the CD.


    The Open Door EP: “Little Bribes” on Stereogum
    Tuesday, March 24 2009, at 3:10am

    “Little Bribes”, the first track from ‘The Open Door EP’, can be streamed online at Stereogum. They will be previewing a new track from the EP each day this week. The EP will be available digitally on March 31st. The CD version will be available at upcoming Death Cab shows starting April 7th in Philadelphia, and in stores on April 14th. Click here to pre-order the digital version and here for the CD version.

    Feb 25
    Permalink

    Hiromi Uehara

    hiromi uehara

    Hiromi Uehara adalah pemain piano jazz berkebangsaan Jepang lulusan Berklee College of Music. She has an outstanding skill. Setiap saya mendengarkan musiknya saya terpacu untuk semakin giat latihan bermain piano.

    Ia mulai bermain piano sejak umur 5 tahun, diperkenalkan musik jazz oleh gurunya Noriko Hakita pada umur 6 tahun. Hakita jarang memberi pengarahan secara teknis, tapi selalu menggunakan istilah, misalnya untuk bermain keras dan bersemangat ia akan mengatakan “play red” dan untuk permainan yang lembut dan tenang ia akan berkata “play blue”. Mungkin hal ini yang mengasah insting dan penghayatan Hiromi.

    Hiromi bukan wanita lucu, kecil, menggemaskan seperti kelihatannya, tapi ia adalah wanita penuh semangat dengan kemampuan bermain piano dan compossing yang luar biasa.

    Spiral

    spiral-hiromi uehara

    Artist : Hiromi Uehara

    Album : Spiral

    www.hiromimusic.com

    Album inilah yang pertama kali saya dengar dari Hiromi Uehara. Album ini didominasi dengan lagu-lagu energik namun tetap diselipkan beberapa lagu tenang yang indah. Lagu-lagunya tetap memiliki sentuhan klasik, bass dan drum kadang memberi sentuhan jazz saat Hiromi sedang bermain tenang. Namun saat Hiromi mulai bersemangat ia akan bermain bak monster kelaparan.

    ‘Spiral’ merupakan lagu pertama yang tenang dan indah terutama bagian reff dan solo pianonya. Dalam ‘Music for Three-Piece Orchestra’ terasa benar sentuhan klasiknya dengan sedikit polesan jazz bersama bass dan drum. Dua lagu tersebut patut didengarkan karena indah dan menenangkan, tapi anda juga harus mendengar lagu irama up-tempo miliknya di album ini. ‘Deja Vu’ dan ‘Edge’ adalah dua lagu up-tempo dimana Hiromi mengeluarkan skill bermain yang tinggi dan interpretasi yang dalam.

    Track List:

    1. Spiral *Recommended
    2. Music for Three-Piece Orchestra
    3. Deja Vu *Recommended
    4. Reverse
    5. Edge *Recommended
    6. Old Castle, by the river, in the middle of forest
    7. Love And Laughter *Recommended
    8. Return of Kung-Fu World Champion

    Another Mind

    hiromi uehara - another mind

    Artist : Hiromi Uehara

    Album : Another Mind

    www.hiromimusic.com

    Berbeda dengan Spiral yang dibuka dengan lagu lembut dan manis, Another Mind dibuka dengan ‘XYZ’ yang sangat agresif. Pada awal lagu tema berasal dari piano, namun di tengah lagu bass memberikan tema lain diikuti dengan solo piano yang berat dan agresif. Keunikan album ini tidak hanya dari lagu ‘XYZ’ namun juga dari ‘010101 (binary system)’ dimana Hiromi tidak hanya bermain piano, tapi juga synthesizer yang bersuara robotic.

    Dalam album ini terdapat 2 buah lagu yang entertaining dan memiliki kesan lucu. Lagu pertama adalah ‘Double Personality’ yang dibuka dengan permainan piano lincah, di bagian tengah terdapat sedikit tema yang dimainkan gitar, juga terdapat solo terompet. Menurut saya dia lagu ini benar-benar menginterpretasikan judulnya. Satu lagi lagu yang entertaining adalah ‘The Tom And Jerry Show’, seperti yang kita tahu kartun Tom & Jerry selalu diiringi musik instrumental umumnya klasik, nampaknya Hiromi ingin menginterpretasikan sendiri kartun Tom & Jerry ke dalam musiknya dan hasilnya silahkan anda dengar sendiri.

    Track List:

    1. XYZ *Recommended
    2. Double Personality *Recommended
    3. Summer Rain
    4. 010101 (binary system)
    5. Truth And Lies
    6. Dancando No Paraiso *Recommended
    7. Another Mind
    8. The Tom And Jerry Show *Recommended

    Saya tidak bisa menyebut diri saya penggemar jazz, saya baru menjadi seseorang yang coba-coba mendengarkan musik jazz. Tapi saya berani merekomendasikan Hiromi Uehara bagi anda para pemain piano ataupun pendengar musik.

    Feb 24
    Permalink

    Duffy - Rockferry

    duffy - rockferry

    Singer : Duffy

    Album : Rockferry

    www.iamduffy.com

    www.myspace.com/duffymyspace

    Mungkin review ini agak ketinggalan zaman. Namun beberapa bulan terakhir ini saya lumayan sibuk jadi tidak sempat menulis. Saya rasa semua orang sudah tahu siapa Duffy, dia sempat disebut sebagai The Next Amy Winehouse dan beberapa waktu lalu ia mendapat 3 awards di Brit Awards.

    Album ini berkesan tua, 80an memang sangat mirip Amy Winehouse, vokal menjadi unsur kuat dalam setiap lagunya, ia dapat menjadi sangat lembut tapi bisa menjadi sangat soulful juga. Bukan berarti dengan vokal yang kuat kemudian ia menyepelekan instrumen lain, bagi saya strings menjadi unsur pembangun utama yang mendukung vokal Duffy, khususnya saat lagu mencapai klimaks. Gitar jg memiliki peran tersendiri, coba dengarkan lagu pertama yang berjudul ‘Rockferry’ pada bagian akhir anda akan mendengar duet antara vokal dan gitar.

    Lagu-lagu yang terdapat dalam album ini umumnya lagu sedih, sedih tapi tegas sehingga tidak dikemas menjadi lagu sedih yang mendayu-dayu. Mungkin Duffy benar-benar menulis semua lagu ini dari dasar hati, karena semuanya sangat penuh perasaan dan di video clip ‘Warwick Avenue’ yang katanya hanya sekali take ada bagian Duffy meneteskan air mata.

    Duffy menjadikan ‘Mercy’ sebagai hit singlenya. Memang sangat catchy dengan intro yang dapat membuat kepala anda bergerak mengikuti dentuman perkusi dan bass. Mungkin ini adalah lagunya yang paling energik, namun setelah mendengar seluruh lagunya saya memilih ‘Warwick Avenue’ untuk reff yang indah dan strings yang menghanyutkan, ‘Syrup & Honey’ untuk vokal yang memukau anda akan mendengar vokal menjadi seperti one man show dalam lagu ini, terakhir di lagu ‘Distant Dreamer’ anda akan mendengar vokal Duffy yang diberi sedikit reverb, lagu ini manis dan sangat feminin menurut saya.

    Saya sangat menyarankan untuk memiliki album ini, khususnya bari para pendengar Amy Winehouse dan Adele.

    Tracklist:

    1. Rockferry
    2. Warwick Avenue *Recommended
    3. Serious
    4. Stepping Stone
    5. Syrup & Honey *Recommended
    6. Hanging On Too Long
    7. Mercy *Recommended
    8. Delayed Devotion *Recommended
    9. Scared
    10. Distant Dreamer *Recommended
    Nov 25
    Permalink

    Spiral - Hiromi Uehara

    Don’t watch, just listen

    Permalink

    Hiromi Uehara and Chick Corea duo piano playing Deja Vu.

    Don’t watch, just listen

    Oct 30
    Permalink

    Musicademia ‘Terima Kasih Pemuda Indonesia’ at Balai Kartini, Jakarta

    musicademia ticket

    Ini adalah pengalaman pertama saya menonton Twilite Orchestra secara live, walaupun motif utama bukan menonton Twilite Orchestra tapi menonton guru piano saya, Levi Gunardi.

    Tiba di Balai Kartini waktu sudah menunjukkan pukul 7. Para calon penonton sudah berbondong-bondong antri di depan pintu yang jadwalnya akan dibuka pukul 7.30 seperti antri sembako. Begitu pintu dibuka semua penonton langsung bergerak masuk dan saling dorong seperti antri sembako. Bisa diduga ini adalah acara yang lagi-lagi panitianya tidak memikirkan kenyamanan penonton.

    Konser malam itu dibuka dengan sebuah video yang menampilkan perjuangan pemuda-pemudi Indonesia dari masa ke masa. Videonya dikemas menarik dengan sinematografi yang enak dilihat. Kemudian Addie MS masuk dan memimpin orchestra memainkan ‘Indonesia Raya’. Konser ini memang diadakan sehari setelah hari Sumpah Pemuda dan atmosphere patriotismenya benar-benar terasa.

    Addie MS ternyata cukup komunikatif, ia selalu memberikan introductory singkat sebelum atau sesudah memainkan sebuah komposisi.

    Daniel Christianto

    Solois pertama yang muncul membawakan Indonesia Pusaka karangan Ismail Marzuki adalah Daniel Christianto yang cukup berbakat namun saya tidak begitu menyukai gaya vokalnya yang berjenis seriosa. Terlalu banyak getaran sehingga terkesan dieksploitasi, tapi saya memang tidak begitu mengerti tentang seriosa.

    Lea Simanjuntak

    Membawakan Indonesia Jaya dengan penuh penghayatan dan yang paling mengesankan dari solois wanita ini adalah kekuatan vokalnya. Di lagu The Power of The Dream bahkan vokalnya lebih memukau lagi. Bagi saya penyanyi paling bagus malam itu adalah Lea Simanjuntak.

    Idol Divo

    Selain solois Daniel Christianto dan Lea Simanjuntak, Idol Divo yang terdiri dari Mike, Delon, Lucky, dan Judika Indonesian Idol. Mereka membawakan lagu Pemuda karya Candra Darusman dan Hero-nya Mariah Carrey. Pada lagu pertama saya tidak begitu menyukai harmonisasi vokalnya, terasa nanggung dan kurang pas, bagian akhirnya pun terdengar menggantung dan aneh. Namun di lagu yang kedua mereka terdengar lebih enak.

    Duo Piano: Levi Gunardi dan Johannes S. Nugroho

    Yang saya tunggu-tunggu adalah duet piano Levi Gunardi dan Johannes S. Nugroho membawakan Tabuh Tabuhan: III Finale karya Colin McPhee. Bagi saya komposisi ini adalah klimaks dari acara malam itu. Lagu ini bernuansa bali dengan instrumen utama 2 piano, celesta, xylophone, marimba, glockenspiel, cymbal dan gong Bali. Duo piano bermain agresif dan mengimitasi suara gamelan membuat nuansa Bali. Lagu ini tidak ada bagian klimaksnya, namun semua instrumen bersatu dengan sedikit campuran musik Barat yang mengalun dan musik Bali yang agresif.

    Komposisi favorit saya selain Tabuh Tabuhan: III Finale adalah Janger yang dinyanyikan paduan suara dari universitas Trisakti, IPB, dan UI. Lagu ini juga bernuansa Bali dengan harmonisasi paduan suara yang luar biasa indah dan mistis. Selain itu ada juga Sabre Dance yang diambil dari musik ballet Rusia yang berjudul Gayaneh, lagu ini merupakan tarian pedang. Di sini terlihat benar Addie MS dan para pemain orchestra benar-benar menikmati bermain musik. Pada bagian akhir lagu Addie MS sempat meniru gerakan bermain pedang bersama dengan pemain biola dan pemain cello.

    Konser malam itu dilihat dari segi acara sangat menarik dan menghibur, tapi selalu ada nilai minus dari sisi kenyamanan menonton. Dimulai dari antrian yang sangat panjang dan pintu yang sangat kecil sampai kenyamanan kita duduk menonton. Karena floor dibuat sedikit naik dengan tripleks yang dilapisi karpet jadi setiap ada orang berjalan, area tempat duduk tersebut akan bergoyang-goyang heboh, sudah begitu panitia terus hilir-mudik jadi selama menonton saya rasanya seperti berada di atas air karena goyang-goyang terus.

    Program:

    - Indonesia Raya

    - Pomp and Circumstance March No. 1

    - Academic Festival Overture Op. 80

    - Bangun Pemudi Pemuda

    - Indonesia Pusaka

    - Indonesia Jaya

    - Pemuda

    - Selamat Datang Pahlawan Muda

    - Tabuh Tabuhan: III Finale

    - This is the Moment, dari ‘Jekyll and Hyde’

    - Sabre Dance, dari ‘Gayaneh’

    - The Power of the Dream

    - Hero

    - Tembang Nusantara Medley: Ampar-ampar Pisang - Paris Berantai - Gunung Salahutu - Goro-gorone

    - Janger

    - Festival Overture Op. 96

    Oct 24
    Permalink

    KHURUKSETRA - Live at Grand Hyatt Hotel, Melbourne

    mdmaulana:

    Khuruksetra adalah sebuah musical project milik 3 student Indonesia yang berdomisili di Sydney, Australia. Salah satunya adalah teman saya. Tapi bukan karena itu saya posting videonya disini. Setahu saya Khuruksetra mungkin adalah satu-satunya band Indonesia yang mengawinkan kombinasi musik etnik Jawa, Ambient dan Drone. Jenis musik garda depan digabung tradisional. Menarik bukan? Kalau anda kuat coba tonton hingga habis, menurut gosipnya salah satu penonton wanita di konser kemaren keluar hall dan mulai menangis. Hahaha.

    Untuk lebih lengkapnya silahkan cek Myspace mereka: http://www.myspace.com/khuruksetra

    Oct 04
    Permalink

    Bring Manics to Jakarta!

    mdmaulana:

    Though I don’t live in Jakarta anymore I’m a fan of Manic Street Preachers, it would be great to have the Manics to Jakarta, so please:

    http://www.ipetitions.com/petition/manicstojakarta/

    Permalink

    Kraftwerk Live in Esplanade Theatre, Singapore

    fairuza17:

    Though i’m not a big fan of them, it was a very shocking news when some friend told me that Kraftwerk is coming to Singapore on December 3rd. I mean, these guys are the Godfather of electronic music and its out of most people prediction when they chose Singapore as one of their destination during the world tour 2008. So i guess The Esplanade Theatre Singapore will be the witness of the electronic music pilgrimage next December.

    http://kraftwerk.technopop.com.br/news_recent.php